San Jose Earthquakes Sedang Buruk, Arena: Tak Ada Alasan

Bruce Arena menegaskan tidak ada alasan bagi San Jose Earthquakes untuk berdalih atas rentetan hasil buruk yang mereka alami belakangan ini. Tim asuhannya kembali gagal meraih poin setelah kalah 1-0 dari LA Galaxy, dan sang pelatih menilai hasil itu sepenuhnya kesalahan timnya sendiri. “Tidak ada alasan di pihak kami,” kata Arena merespons performa timnya yang menurutnya jauh dari kata cukup.

San Jose Earthquakes

San Jose Earthquakes sebenarnya mengawali musim dengan sangat meyakinkan, tetapi performa mereka merosot drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan dari LA Galaxy yang harus bermain dengan 10 pemain tentu menjadi hasil yang sangat mengecewakan, terlebih peluang untuk memenangkan laga itu sebenarnya sangat terbuka lebar. Kini, mereka dituntut segera bangkit saat berhadapan dengan Minnesota United demi mengamankan posisi di klasemen Wilayah Barat.

Bruce Arena Akui Kegagalan Timnya Sendiri

Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, San Jose Earthquakes sebenarnya menciptakan sejumlah peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara LA Galaxy justru mampu mencuri kemenangan. Arena menyebut timnya seharusnya bisa mencetak tiga gol dan mengunci pertandingan jauh sebelum laga memasuki menit ke-70.

“Melawan Galaxy, jelas ada beberapa peluang yang harusnya kami eksekusi, tetapi tidak ada alasan di pihak kami,” ujar Arena. “Kami seharusnya bisa mencetak tiga gol, pertandingan itu seharusnya sudah selesai, dan LA seharusnya mengejar ketertinggalan. Kami gagal mengeksekusi peluang, dan kiper lawan membuat beberapa penyelamatan luar biasa. Semua ada di kami.”

Arena juga menegaskan bahwa hasil imbang pun tetap akan mengecewakan baginya dalam laga semacam ini. “Saya pasti kecewa kalau hanya bermain imbang, dan pulang tanpa poin sama sekali jelas sangat buruk,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan standar tinggi yang ia pegang, sekaligus menjadi sinyal bahwa perbaikan besar-besaran harus segera dilakukan oleh skuadnya.

Kronologi: Awal Musim Manis Berubah Pahit

San Jose Earthquakes memulai musim ini dengan performa yang impresif di bawah arahan Bruce Arena. Mereka hanya menelan satu kekalahan dari 10 pertandingan pertama, dan memenangkan sembilan laga lainnya. Catatan itu sempat membuat mereka dianggap sebagai salah satu kandidat kuat tim teratas di Wilayah Barat.

Namun, sejak saat itu San Jose Earthquakes hanya mampu memenangkan satu dari 10 pertandingan berikutnya. Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi saat mereka mengalahkan Portland Timbers 3-1 sebelum jeda Piala Dunia. Setelah kompetisi kembali bergulir, mereka belum pernah menang dalam lima pertandingan beruntun dengan catatan satu imbang dan empat kekalahan.

Perubahan drastis ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bruce Arena yang harus segera menemukan cara mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya. Jika tidak, tren negatif ini berisiko semakin memperburuk posisi tim di klasemen. Padahal, awal musim yang manis sempat memberi harapan besar bagi para pendukung San Jose Earthquakes.

Dampak Klasemen: Posisi San Jose Earthquakes Terancam

Rentetan hasil negatif ini membuat posisi San Jose Earthquakes di klasemen Wilayah Barat mulai goyah. Mereka kini duduk di peringkat keempat dengan jarak lima poin dari pemimpin klasemen Houston Dynamo. Padahal, selisih poin dengan tim-tim di belakang mereka juga semakin tipis dan sewaktu-waktu bisa tersalip.

Jika performa buruk ini berlanjut, bukan tidak mungkin San Jose Earthquakes akan terlempar dari persaingan papan atas. Tekanan pun semakin besar mengingat setiap laga ke depan sangat menentukan posisi akhir mereka di akhir musim. Arena tentu sadar bahwa kemenangan mutlak dibutuhkan, terutama untuk memulihkan kepercayaan diri para pemainnya.

Sayangnya, catatan kandang San Jose Earthquakes belakangan ini sangat memprihatinkan. Sejak awal Mei, mereka menjadi salah satu dari tiga tim MLS yang belum meraih kemenangan kandang di liga, bersama Minnesota United dan Vancouver Whitecaps. Ini merupakan rentetan terpanjang tanpa kemenangan kandang dalam satu musim sejak enam laga beruntun di awal 2020.

Minnesota United: Lawan yang Juga Sedang Terpuruk

Di sisi lain, San Jose Earthquakes akan menghadapi Minnesota United yang juga sedang dilanda krisis kemenangan. Tim berjulukan Loons itu belum merasakan kemenangan dalam sembilan pertandingan beruntun setelah kalah 2-1 dari Atlanta United. Kini mereka terdampar di posisi ke-11 Wilayah Barat dengan lima hasil imbang dan empat kekalahan dalam rentetan negatif tersebut.

Pelatih Minnesota United, Cameron Knowles, menyesali peluang-peluang yang gagal dikonversi timnya menjadi gol. “Kami harus meninggalkan hasil terakhir itu dan segera melupakan begitu keluar dari stadion, karena laga berikutnya datang sangat cepat,” ujarnya. “Upaya menciptakan peluang yang bisa membawa kami unggul atau menyamakan kedudukan sungguh bagus. Hanya saja, kami belum bisa melewati momentum tersebut.”

Rentetan tanpa kemenangan ini pun menyamai rekor terpanjang Minnesota United di ajang liga sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, mereka juga pernah mengalami sembilan laga beruntun tanpa kemenangan pada periode Juni-Juli 2024. Artinya, tekanan yang dihadapi Cameron Knowles tidak kalah berat dibandingkan dengan yang dialami Bruce Arena saat ini.

Pemain Kunci: Timo Werner dan Anthony Markanich

Dari kubu San Jose Earthquakes, Timo Werner menjadi sorotan utama meski hanya tampil sebagai pemain pengganti. Ia menciptakan empat peluang dalam laga melawan LA Galaxy, catatan yang juga ditorehkan oleh Ousseni Bouda. Ini merupakan kali kedua dalam 15 musim terakhir sebuah tim MLS memiliki dua pemain pengganti dengan minimal empat peluang tercipta dalam satu pertandingan reguler.

Di kubu Minnesota United, Anthony Markanich layak diwaspadai oleh lini pertahanan San Jose. Bek tersebut mencetak satu-satunya gol timnya saat kalah dari Atlanta United, sekaligus gol kelimanya pada musim ini. Secara keseluruhan, ia telah mencetak 14 gol dalam dua tahun terakhir, dan tidak ada bek MLS lain yang mampu mencetak lebih dari delapan gol sejak awal musim lalu.

Rekor Pertemuan dan Prediksi Laga

Meski sama-sama sedang terpuruk, catatan pertemuan menunjukkan San Jose Earthquakes kesulitan menghadapi Minnesota United. Dari 13 pertemuan terakhir di MLS, San Jose hanya memenangkan satu laga dengan catatan empat imbang dan delapan kekalahan. Mereka bahkan kalah dalam empat pertemuan beruntun, padahal sempat memenangkan empat laga pertama melawan Loons pada 2017 dan 2018.

Menurut data Opta, probabilitas kemenangan San Jose Earthquakes mencapai 46 persen, sedangkan peluang imbang sebesar 26,7 persen dan kemenangan Minnesota United 27,3 persen. Prediksi pun lebih condong kepada kemenangan San Jose Earthquakes dalam laga ini. Meski begitu, catatan buruk kedua tim membuat jalannya pertandingan tetap sulit ditebak dan bisa berakhir dengan kejutan.

San Jose Earthquakes dan Minnesota United sama-sama membawa modal negatif saat berhadapan nanti. Bruce Arena sudah menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk gagal, dan kini tinggal pembuktian di lapangan. Jika tidak segera bangkit, posisi San Jose Earthquakes di klasemen akan semakin terancam dan mimpi mereka bersaing di papan atas bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.