Manuel Neuer menargetkan gelar Liga Champions ketiga sebagai penutup perjalanannya bersama Bayern Munich. Kiper senior asal Jerman itu menyebut musim ini sebagai salah satu peluang terbaik untuk kembali membawa Die Roten ke puncak sepak bola Eropa. Ia menilai skuad asuhan Vincent Kompany punya kualitas yang cukup untuk bersaing di level tertinggi.
Perjalanan Bayern di Liga Champions musim ini dimulai Kamis mendatang saat menjamu Bodo/Glimt di Allianz Arena. Laga itu menjadi kesempatan pertama bagi Bayern untuk memperbaiki catatan musim lalu, ketika langkah mereka dihentikan Paris Saint-Germain di semifinal. Kegagalan tersebut membuat Bayern masih menunggu trofi Eropa berikutnya hingga kini.

Target Ketiga bagi Manuel Neuer Bersama Bayern
Neuer sudah dua kali mengangkat trofi Liga Champions selama membela Bayern. Karena itu, menambah satu gelar lagi di pengujung karier menjadi ambisi yang ia sebut akan berarti segalanya bagi dirinya secara pribadi. Ia tidak menyembunyikan bahwa trofi tersebut menjadi target utamanya musim ini.
"Saya menjalani musim ini dengan seluruh target yang mungkin bisa kami raih. Kami punya potensi, dan itu juga menjadi alasan saya melanjutkan," ujar Neuer kepada wartawan. "Bagi saya pribadi, menang Liga Champions untuk ketiga kalinya akan berarti segalanya."
Meski begitu, Neuer enggan berbicara terlalu banyak soal gelar. Ia menegaskan kompetisi baru saja dimulai dan Bayern akan menghadapi laga-laga sulit. Pada Juli lalu, ia sempat menyatakan bahwa musim 2026-27 kemungkinan besar menjadi musim terakhirnya di sepak bola profesional, dan ia ingin menutupnya dengan memenangi semua trofi yang bisa diraih Bayern.
Rekor dan Catatan Statistik sang Kiper
Laga melawan Bodo/Glimt berpotensi menjadi penampilan ke-162 Neuer di Liga Champions. Dari seluruh kiper yang pernah bermain di kompetisi ini, hanya Iker Casillas yang mencatatkan lebih banyak penampilan, yakni 177 kali bersama Real Madrid. Artinya, Neuer masih berada di jajaran elite penjaga gawang sepanjang sejarah kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Rekor lain baru saja ia ukir pada 28 Agustus, ketika tampil untuk ke-600 kalinya bersama Bayern. Ia menjadi pemain kelima yang mencapai jumlah penampilan tersebut. Laga itu juga menandai musim ke-21 berturut-turutnya di Bundesliga, hanya terpaut satu musim dari rekor sepanjang masa milik Klaus Fichtel.
Deretan catatan itu menunjukkan betapa lama dan konsistennya karier Neuer di level tertinggi. Usia tidak membuat perannya di Bayern berkurang, dan ia tetap menjadi bagian penting dari proyek yang dibangun Kompany.
Latar Belakang: Kegagalan di Semifinal Musim Lalu
Bayern tersingkir di semifinal Liga Champions musim lalu oleh Paris Saint-Germain dengan agregat 6-5. PSG yang kemudian keluar sebagai juara, sehingga kekalahan tipis itu terasa semakin menyakitkan bagi Bayern. Hasil tersebut memperpanjang penantian mereka untuk kembali mengangkat trofi Eropa.
Terakhir kali Bayern menjuarai Liga Champions adalah pada 2019-20, saat mengalahkan PSG di partai final. Sejak itu, Die Roten belum mampu menambah koleksi gelar mereka di kompetisi tersebut. Bayern masih tertahan di enam trofi dan belum berhasil meraih gelar ketujuh yang mereka buru.
Pada jendela transfer terakhir, Bayern terbilang tidak banyak bergerak dengan hanya mendatangkan empat pemain, termasuk Ismael Saibari dari PSV dan Nathaniel Brown dari Eintracht Frankfurt. Neuer menilai perbedaan di laga-laga besar terletak pada hal-hal kecil. Ia mengingat pertandingan melawan Real Madrid dan PSG tahun lalu berjalan sangat imbang.
Modal Bayern: Rekor Kandang dan Tren Laga Pembuka
Bayern punya modal kuat saat bermain di kandang sendiri. Sejak kalah dari Manchester City pada Desember 2013 di era Pep Guardiola, mereka memenangi 36 dari 38 laga kandang di fase grup atau fase liga Liga Champions, dengan dua laga berakhir imbang.
Tren positif lain juga mengiringi Bayern di laga pembuka. Mereka selalu menang pada pertandingan pertama di 23 kampanye kompetisi Eropa utama terakhir, terdiri dari 22 laga Liga Champions dan satu laga Piala UEFA, sejak musim 2003-04.
Neuer menyebut pengalaman menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh musim ini. "Itu soal detail. Pertandingan berjalan imbang, termasuk tahun lalu melawan Real Madrid dan PSG. Kami punya potensi," katanya. "Pengalaman itu juga akan membantu kami. Kami punya keinginan untuk kembali ke sana. Target besar kami adalah menjadi juara Liga Champions."
Peluang Juara Menurut Superkomputer Opta
Superkomputer Opta memberi Bayern peluang 18 persen untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Hanya Arsenal yang lebih difavoritkan dalam simulasi pra-turnamen dengan angka 21 persen. Manchester City menyusul di belakang Bayern dengan 15 persen, lalu Barcelona 8 persen, serta Liverpool dan PSG masing-masing 6 persen.
Ketika diminta menyebut favorit juara, Neuer memilih jawaban yang konservatif. "Itu selalu nama-nama yang sama, para finalis dalam beberapa tahun terakhir. Barcelona juga punya skuad yang bagus," ujarnya. Ia menambahkan bahwa gambaran sesungguhnya baru akan terlihat menjelang fase gugur, karena setiap tim pasti mengalami naik turun.
Neuer juga menyoroti kekalahan-kekalahan pahit yang pernah dialami Bayern sebagai bahan bakar tambahan. Menurutnya, pengalaman tersebut justru memperkuat motivasi tim untuk bisa tampil di Madrid pada musim panas mendatang.
Apa Artinya bagi Neuer dan Bayern
Bagi Neuer, musim ini punya bobot emosional yang berbeda karena kemungkinan menjadi yang terakhir. Gelar Liga Champions ketiga akan melengkapi warisannya sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah bermain di kompetisi ini. Pencapaian itu sekaligus menjawab rasa kecewa atas kegagalan Bayern dalam beberapa musim terakhir.
Bagi Bayern, tekanan untuk kembali juara di Eropa tidak hanya soal gengsi. Dengan skuad yang disebut Neuer punya potensi besar, kegagalan lagi bisa memicu pertanyaan soal arah pembangunan tim di bawah Kompany. Sebaliknya, keberhasilan akan menegaskan bahwa perpaduan pengalaman pemain senior dan penyegaran skuad berjalan sesuai rencana.
Posisi Bayern sebagai favorit kedua versi Opta menempatkan mereka di jalur yang menjanjikan, tetapi belum menjamin apa pun. Rekor kandang yang impresif dan tradisi kuat di laga pembuka memberi modal awal, sedangkan kualitas lawan di fase gugur akan menjadi ujian sebenarnya.
Semua itu membuat laga melawan Bodo/Glimt lebih dari sekadar partai pembuka. Hasil di Allianz Arena akan menjadi penanda awal seberapa siap Bayern menjalani musim yang bisa jadi penutup karier Neuer. Jika modal dan motivasi berjalan seiring, mimpi gelar ketiga itu bukan hal yang mustahil diwujudkan.

