Penyerang Manchester United, Benjamin Sesko, harus menjalani pemeriksaan medis setelah memutuskan mundur dari skuad timnas Slovenia karena cedera tulang kering atau shin. Kepastian itu datang dari pembaruan medis resmi yang dirilis klub pada Senin, sehari setelah sang pemain absen saat Setan Merah bermain imbang 1-1 melawan Fulham. Ini adalah pukulan tambahan bagi lini depan United yang sedang berusaha bangkit di tengah kompetisi yang baru berjalan lima pekan.
Yang membuat situasi ini terasa lebih pelik, cedera Benjamin Sesko bukan masalah baru. Keluhan pada area tulang kering yang sama sudah membuatnya menepi di penghujung musim lalu dan memaksa dia melewatkan seluruh rangkaian pramusim. Kini, alih-alih memperkuat Slovenia di ajang Nations League, ia justru kembali masuk ruang perawatan dan membuka tanda tanya soal kesiapannya ketika United kembali bertanding awal bulan depan.

Kronologi Mundurnya Sesko dari Skuad Slovenia
Nama Sesko sebenarnya sudah masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih Slovenia, Bostjan Cesar, untuk menghadapi rangkaian laga Nations League. Ia dijadwalkan tampil dalam pertemuan melawan Skotlandia yang berlangsung kandang dan tandang, kemudian berlanjut ke partai menghadapi Makedonia Utara serta Swiss. Namun, nama tersebut akhirnya dicoret setelah kondisi tulang keringnya kembali bermasalah.
Sinyal ke arah itu sudah muncul sebelumnya. Usai kekalahan United dari Brighton di ajang Piala EFL, pelatih Michael Carrick mengungkapkan bahwa keluhan lama pada tulang kering Sesko kembali menghampiri pemainnya. Pernyataan itu menjadi petunjuk awal bahwa sang striker belum sepenuhnya pulih, dan beberapa hari kemudian keputusan mundur dari tim nasional resmi diambil.
Melalui pembaruan medis yang dirilis awal pekan, Manchester United menjelaskan langkah selanjutnya yang akan ditempuh. Klub menyatakan bahwa Benjamin akan menjalani serangkaian tes pekan ini sebelum rencana pemulihannya ditetapkan secara individual. Artinya, durasi absennya belum bisa dipastikan dan baru akan diketahui setelah hasil pemeriksaan keluar.
Rekam Jejak dan Beban Bermain Sesko di Manchester United
Sesko bergabung ke Manchester United dari RB Leipzig pada Agustus lalu dengan nilai transfer mencapai £74 juta. Pada musim pertamanya, pemain berusia 23 tahun itu menorehkan 12 gol dari 32 penampilan di seluruh kompetisi, sebuah catatan yang cukup produktif untuk pemain yang baru beradaptasi. Menariknya, hanya Bryan Mbeumo di antara rekan setimnya yang mampu menyamai jumlah gol tersebut.
Pencapaian itu justru terasa lebih mengesankan karena sebagian besar menit bermainnya datang dari bangku cadangan. Tercatat 13 dari penampilannya pada musim lalu berawal sebagai pemain pengganti. Kondisi ini menunjukkan bahwa kontribusinya cukup efisien, meski ia belum selalu menjadi pilihan utama di lini serang.
Memasuki musim ini, Sesko telah tampil enam kali untuk tim asuhan Carrick dan mencetak dua gol. Namun, ia baru dua kali dipercaya tampil sejak menit awal, yakni ketika menghadapi Sabah di Liga Champions dan Brighton di Piala EFL. Minimnya kesempatan menjadi starter itu tidak lepas dari kondisi fisiknya yang belum benar-benar stabil akibat gangguan pada tulang kering.
Dampak bagi Manchester United di Tengah Jadwal Padat
Mundurnya Sesko dari tim nasional sebenarnya memberi United waktu pemulihan yang lebih panjang. Jika ia diproyeksikan tampil pada laga Premier League berikutnya melawan Tottenham pada 10 Oktober, ia memiliki hampir tiga pekan untuk menjalani perawatan. Jeda internasional menjadi momen yang bisa dimanfaatkan staf medis klub untuk menuntaskan masalah yang berulang ini.
Meski demikian, ketidakpastian tetap menjadi gangguan tersendiri bagi Carrick dalam merancang komposisi tim. Setelah menghadapi Tottenham, United masih akan bersua Leeds United, Bournemouth, dan Chelsea di ajang liga pada bulan berikutnya. Rentetan laga itu menuntut kedalaman skuad yang memadai, terutama di sektor penyerangan.
Bagi Sesko secara pribadi, situasi ini juga berpotensi menghambat momentumnya. Pemain berusia 23 tahun itu sedang berusaha membuktikan diri sebagai pilihan utama, dan kesempatan tampil bersama tim nasional sejatinya bisa menjadi sarana menjaga ketajaman. Dengan kembali menepi, ia harus memulai lagi proses menuju kondisi terbaik sekaligus mempertahankan kepercayaan pelatih.
Slovenia Kehilangan Opsi di Lini Depan
Dari sisi tim nasional, kehilangan Sesko jelas mengurangi kekuatan lini serang Slovenia. Ia merupakan salah satu nama paling diperhitungkan dalam skuad asuhan Bostjan Cesar, terutama karena pengalaman bermainnya di level klub elite Inggris. Rangkaian laga Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Swiss menuntut sosok yang bisa menyelesaikan peluang, dan peran itu biasanya diemban Sesko.
Slovenia pun harus segera mencari alternatif di posisi ujung tombak. Tantangan terberat datang dari dua pertemuan melawan Skotlandia yang berlangsung kandang dan tandang, karena laga semacam itu biasanya berjalan ketat dan minim peluang. Tanpa kehadiran seorang penyerang bertipe target man seperti Sesko, pendekatan permainan tim kemungkinan perlu disesuaikan.
Start Buruk United dan Tekanan yang Menyertai
Persoalan cedera ini datang saat Manchester United tengah menorehkan awal musim terburuk mereka di Premier League. Setelah lima matchday, tim itu baru mengumpulkan lima poin, catatan yang setara dengan start terburuk mereka sebelumnya pada 2014-15. Hasil imbang melawan Fulham, di mana gol bunuh diri Lisandro Martinez harus ditebus oleh tendangan Matheus Cunha yang berbelok arah, menggambarkan betapa rapuhnya performa tim saat ini.
Dalam situasi seperti itu, kehadiran penyerang yang sehat dan siap bermain menjadi kebutuhan mendesak. Setiap cedera pemain kunci berpotensi memperbesar tekanan pada Carrick, baik dari media maupun dari publik pendukung. Karena itu, keputusan mengevaluasi kondisi Sesko secara menyeluruh melalui pemeriksaan medis bisa dibaca sebagai upaya menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.
Kekhawatiran terbesar tentu saja adalah potensi cedera yang bersifat jangka panjang. Masalah pada tulang kering yang terus berulang dalam kurun dua musim menandakan perlunya pendekatan penanganan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar pemulihan cepat. Bila penanganannya tepat, United berharap bisa mendapatkan kembali versi terbaik Sesko pada fase krusial musim ini.
Yang jelas, perkembangan kondisi Benjamin Sesko akan menjadi salah satu hal yang paling dinanti dalam beberapa pekan ke depan. Keputusan final mengenai durasi istirahatnya baru akan muncul setelah hasil tes diketahui. Sampai saat itu, baik Manchester United maupun timnas Slovenia harus bersiap menjalani agenda mereka tanpa kehadiran sosok yang sejatinya sangat mereka andalkan.

