Wafcon 2026 Segera Bergulir, Pengganti Turnamen Sepak Bola yang Tak Boleh Dilewatkan

Setelah hiruk-pikuk Piala Dunia Pria 2026 berakhir, para pecinta sepak bola tidak perlu bersedih. Wafcon 2026 (Piala Afrika Wanita) siap menyajikan aksi yang tak kalah seru. Turnamen bergengsi di benua Afrika ini akan berlangsung selama 34 pertandingan, mulai 26 Juli hingga 16 Agustus 2026. Jadwal tersebut pas berada di antara puncak sepak bola global dan awal musim liga-liga Eropa.

Wafcon 2026

Bagi yang belum mengenalnya, Wafcon 2026 adalah salah satu ajang paling underrated namun menarik dalam kalender olahraga dunia. Mari simak panduan lengkapnya, mulai dari alasan perubahan jadwal, format baru, favorit juara, hingga bintang-bintang yang patut disorot.

Kenapa Wafcon 2026 Digelar di Tengah Tahun?

Awalnya, turnamen ini dijadwalkan pada 17 Maret–3 April 2026 di tiga kota Maroko: Rabat, Casablanca, dan Fes. Namun, hanya 12 hari sebelum kick-off, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menunda acara dengan alasan "keadaan yang tidak terduga". Menariknya, konflik di Timur Tengah yang memengaruhi rute perjalanan tidak disebut sebagai faktor. Direktur Komunikasi CAF, Luxolo September, hanya menyatakan bahwa Maroko meminta tanggal baru karena "sejumlah alasan" yang tidak dirinci.

Setelah sempat ada tawaran dari Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah, Maroko kembali dikukuhkan dan jadwal baru diumumkan. Pada 25 Juni, daftar pertandingan revisi dirilis, dan hanya dua kota yang digunakan: Rabat dan Casablanca. Undian tetap sama, tetapi perubahan ini membuat beberapa tim frustrasi. Afrika Selatan dan Nigeria, misalnya, sudah menjalani laga uji coba persiapan, dan para pemain harus beradaptasi dengan jadwal di luar musim kompetisi.

Format Baru: 16 Tim, Empat Tiket Tambahan Kontroversial

Ini adalah edisi pertama Wafcon 2026 dengan 16 tim peserta, naik dari 12 pada dua edisi sebelumnya. Namun, empat tim terakhir yang lolos menuai kontroversi. Mereka baru ditambahkan setelah proses kualifikasi yang berlangsung Februari–Oktober 2025 selesai. Keempat tim tersebut—Kamerun, Pantai Gading, Mali, dan Mesir—diambil berdasarkan peringkat.

Gelandang Mesir, Nadine Ghazi, mengakui bahwa lolosnya timnya "berbeda, jika saya bisa bilang begitu". Namun, mereka berharap terinspirasi oleh tim pria Mesir yang mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim debutan lainnya adalah Tanjung Verde dan Malawi, yang juga berharap mengikuti jejak sukses tim pria mereka.

Tim-tim dibagi ke dalam empat grup dengan masing-masing empat peserta. Dua teratas dari setiap grup melaju ke perempat final. Semua pertandingan dimulai pukul 18.00 waktu setempat atau lebih malam, berbeda dengan edisi 2025 yang sempat memainkan laga pukul 15.00 di tengah musim panas yang ekstrem.

Favorit Juara Wafcon 2026

Nigeria adalah tim tersukses sepanjang sejarah Wafcon dengan 10 gelar. Mereka kembali menjadi favorit utama setelah memenangi edisi 2025. Skuad yang dipertahankan sebagian besar, dipimpin kapten Rasheedat Ajibade, meski kehilangan bek Ashleigh Plumptre karena cedera kaki. Striker Asisat Oshoala dan kiper Chiamaka Nnadozie menjadi tulang punggung.

Maroko, runner-up dua edisi terakhir, pasti ingin merebut gelar, terutama karena ini mungkin turnamen kandang terakhir mereka. Wafcon 2028 akan digelar di negara lain. Afrika Selatan, juara 2022, juga memiliki skuad berpengalaman. Zambia, peraih medali perunggu 2022 dan perempat finalis 2025, juga layak diperhitungkan.

Bintang-Bintang yang Perlu Diperhatikan

Malawi akan tampil perdana di Wafcon 2026, dan perhatian tertuju pada kakak-beradik Tabitha dan Temwa Chawinga. Tabitha, kapten tim, bermain untuk raksasa Eropa OL Lyon, sementara Temwa berseragam Kansas City Current dan dinobatkan sebagai MVP NWSL dua musim berturut-turut. Temwa juga menempati peringkat ke-6 dalam daftar 100 pemain wanita terbaik dunia versi Guardian tahun lalu.

Kapten Maroko, Ghizlane Chebbak, adalah favorit publik tuan rumah. Pemain berusia 35 tahun ini telah memenangi Sepatu Emas di dua edisi Wafcon terakhir dengan total 8 gol. Ini mungkin turnamen besar terakhirnya, dan ia pasti ingin mengakhirinya dengan trofi.

Dua pemain NWSL Zambia, Barbra Banda dan Racheal Kundananji, masing-masing mencetak tiga gol di turnamen sebelumnya. Namun, mereka gagal membawa tim melaju lebih jauh dari perempat final. Kini, mereka bertekad membuktikan Zambia adalah penantang serius di tingkat kontinental.

Ghana adalah tim yang paling berkembang pada edisi 2025, kalah adu penalti dari Maroko di semifinal. Dua pemain depan patut diwaspadai: Princess Marfo (baru bergabung PSV Eindhoven) dan Evelyn Badu (baru mencetak hat-trick untuk Montreal Roses).

Apa yang Dipertaruhkan?

Singkatnya: uang dan tiket turnamen besar. Hadiah uang pada Wafcon 2025 meningkat 45%, dengan setiap tim menerima setidaknya $125.000 dan juara Nigeria mengantongi $1 juta. Kali ini, ada tambahan: empat semifinalis lolos langsung ke Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil, sementara empat tim yang kalah di perempat final akan menjalani play-off untuk menentukan dua tim yang maju ke babak antar-konfederasi.

Wafcon 2026 bukan sekadar turnamen pengganti. Ini adalah panggung bagi pesepak bola wanita Afrika untuk bersinar, memperebutkan prestise, dan mengukir sejarah. Jangan lewatkan aksinya mulai 26 Juli mendatang!