Negosiasi Kontrak Pochettino dengan US Soccer Hampir Final

Negosiasi kontrak baru antara pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat (USMNT), Mauricio Pochettino, dan federasi sepak bola AS (US Soccer) dikabarkan telah memasuki tahap akhir. Kesepakatan itu rencananya akan mengikat Pochettino hingga Piala Dunia 2030, menurut sejumlah sumber yang memahami jalannya pembicaraan seperti dikutip Guardian.

Kabar mengejutkan ini datang setelah sebelumnya masa depan pelatih asal Argentina tersebut sempat menjadi tanda tanya besar. Publik menanti kelanjutan kerja sama Pochettino dengan US Soccer, dan kini jawabannya tampaknya semakin dekat.

Pochettino

Kesepakatan Tinggal Menunggu Waktu

Sejumlah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kedua pihak berada dalam tahap finalisasi perpanjangan kontrak. Para sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena mereka tidak memiliki wewenang untuk berbicara secara resmi kepada media.

Pochettino sendiri sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa keputusan akan segera diumumkan. Pada 17 Juli lalu, ia menyampaikan kepada media berbahasa Spanyol bahwa jawaban mengenai masa depannya akan datang "minggu depan". Namun hingga kini, baik pelatih tersebut maupun pihak US Soccer belum memberikan pernyataan resmi.

Beberapa pihak yang dekat dengan proses negosiasi mengatakan, kedua belah pihak sama-sama ingin segera menuntaskan kesepakatan ini. Dengan begitu, fokus bisa sepenuhnya dialihkan ke rangkaian laga persahabatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober.

Kabar Awal dari Andres Cantor

Perkembangan terbaru soal negosiasi kontrak Pochettino ini pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Telemundo, Andres Cantor. Laporan tersebut kemudian diperkuat oleh pemberitaan Guardian yang mengutip beberapa sumber langsung dari dalam proses pembicaraan.

Sebelumnya, CEO US Soccer JT Batson juga sempat mengungkapkan antusiasmenya terhadap potensi kelanjutan kerja sama ini. Ia menyebut federasi merasa "sangat antusias" dengan prospek membangun pencapaian yang sudah dimulai selama periode awal kepelatihan Pochettino.

Perjalanan Pochettino bersama USMNT: Hasil yang Campur Aduk

Pochettino resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala USMNT pada September 2024. Ia dihadirkan untuk memimpin tim Amerika menghadapi Piala Dunia 2026 yang digelar di kandang sendiri. Namun dalam turnamen tersebut, langkah Amerika harus terhenti lebih awal setelah tersingkir di babak 16 besar — sebuah hasil yang tentu mengecewakan publik tuan rumah.

Secara keseluruhan, masa kepelatihan Pochettino memang bisa dibilang naik-turun. Ada momen-momen sulit, seperti finis di posisi keempat Liga Negara (Nations League) dan kekalahan dari Meksiko di final Piala Emas (Gold Cup). Di sisi lain, ia juga berhasil membawa tim meraih pencapaian terbaik sepanjang sejarah Amerika di Piala Dunia, yakni lolos dari babak grup dengan torehan yang impresif.

Meski demikian, sebagian pengamat menilai periode pertama Pochettino di kursi pelatih USMNT hanya akan dikenang dari satu momen: kekalahan memalukan 4-1 dari Belgia di babak 16 besar. Hasil itu menjadi catatan kelam sekaligus pekerjaan rumah besar bagi sang pelatih jika kontraknya benar-benar diperpanjang.

Nilai Kontrak Baru yang Lebih Besar

Detail finansial dari kesepakatan baru ini belum dipublikasikan secara resmi. Namun satu sumber yang dekat dengan jalannya negosiasi menyebutkan bahwa juru taktik asal Argentina tersebut berpotensi menerima bayaran yang "jauh lebih tinggi" dari kontrak sebelumnya.

Sebagai gambaran, Pochettino menerima sekitar 6 juta dolar AS per tahun sebagai pelatih USMNT, belum termasuk bonus berdasarkan performa. Ia juga mendapat bonus tanda tangan sebesar 2,5 juta dolar AS ketika pertama kali diangkat.

Dengan nominal tersebut, Pochettino sebenarnya sudah menempati posisi ketiga sebagai pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia. Gajinya bahkan sebagian ditopang oleh dukungan filantropi, terutama dari miliarder hedge fund Ken Griffin.

Ketertarikan Klub-Klub Besar Eropa

Menariknya, selama menangani tim nasional, Pochettino tidak pernah kehilangan daya tarik di mata klub-klub besar Eropa. Ini menjadi sinyal bahwa reputasinya sebagai pelatih top dunia tetap terjaga meski sebelumnya ia belum pernah melatih tim nasional.

Salah satu klub yang paling santer dikaitkan dengannya adalah Tottenham Hotspur, mantan klub yang dulu pernah membawanya meraih sukses di Premier League. Pochettino juga sempat dihubungkan dengan Real Madrid. Namun kedua klub tersebut kini telah mengisi kursi pelatih mereka masing-masing, sehingga spekulasi itu perlahan mereda.

Arah Baru Timnas Amerika di Bawah Pochettino

Jika kesepakatan ini benar-benar terealisasi, Pochettino akan mendapatkan waktu yang jauh lebih panjang untuk membangun pondasi tim. Target yang jelas: membawa Amerika tampil kompetitif kembali di Piala Dunia 2030, yang akan menjadi salah satu edisi paling dinantikan karena digelar di tiga negara, termasuk Spanyol, Portugal, dan Maroko.

Perpanjangan kontrak ini juga memberi stabilitas bagi USMNT. Para pemain muda Amerika yang terus bermunculan akan punya figur sentral yang konsisten dalam pengembangan mereka. Dengan kepastian masa depan sang pelatih, harapan publik Amerika terhadap performa tim nasional pun kembali menguat.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi suporter USMNT yang ingin melihat timnya bangkit setelah kekecewaan di Piala Dunia 2026. Kini semua mata tertuju pada pengumuman resmi dari US Soccer dan kontrak baru Pochettino yang tinggal menunggu waktu.