Scottie Scheffler juara FedEx St. Jude Championship 2026 setelah tampil klinis di TPC Southwind pada putaran final, Minggu (16 Agustus 2026) malam waktu setempat. Ia menutup turnamen dengan keunggulan delapan pukulan atas Si Woo Kim yang menjadi runner-up tunggal. Ini sekaligus menjadi gelar kedua Scheffler di musim PGA Tour 2026.
Kemenangan ini terasa istimewa karena datang di tengah musim yang penuh perjuangan. Pegolf asal Amerika Serikat berusia 30 tahun dan pemegang empat gelar major itu sebelumnya berkali-kali nyaris menang, tetapi selalu gagal di momen penentuan. Kini, ia sukses membalik narasi tersebut dengan performa yang nyaris tanpa cela di Memphis.
Scottie Scheffler Juara FedEx St. Jude Championship dengan Skor 17 di Bawah Par

Memasuki putaran final, Scheffler hanya memegang keunggulan dua pukulan atas para penantangnya. Namun, dalam cuaca panas ekstrem Memphis, para pesaingnya mulai goyah sementara ia justru tampil semakin tajam. Ia mencatat skor 66 pada ronde final dan menuntaskan turnamen dengan total 17 di bawah par.
Satu-satunya momen buruk bagi Scheffler terjadi di hole ketiga. Pukulan chip-nya dari bunker membentur kepala sprinkler dan membuat bola memantul masuk ke water hazard, yang berujung pada bogey. Meski sempat kecewa, ia tidak membiarkan insiden itu mengganggu konsentrasinya.
Scheffler langsung bangkit dengan birdie di hole lima dan enam, lalu menambah tiga birdie lagi di sembilan hole terakhir. Ia menutup hari dengan skor empat di bawah par dan membiarkan para pesaingnya saling berebut posisi di belakang. "Saya hanya ingin tampil maksimal dan mencoba mengeksekusi setiap pukulan," ungkapnya.
Mengenai insiden di hole ketiga, Scheffler mengaku sempat bertanya-tanya kapan kesialannya akan berakhir. "Saya memukul bola dengan bagus dari bunker, tetapi bola terkena sprinkler dan masuk ke air. Saya sempat berpikir: kapan ini akan berhenti terjadi?" Ia menambahkan bahwa ia berhasil bertahan dan bangkit, sehingga bisa menikmati permainan di sisa putaran.
Perjalanan Panjang Menuju Gelar PGA Tour ke-21
Kemenangan ini menandai gelar PGA Tour ke-21 bagi Scheffler. Ia pun menjadi pemain termuda ketiga yang mencapai angka tersebut, hanya di belakang Tiger Woods dan Jack Nicklaus. Pencapaian itu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pegolf elite dunia saat ini.
Yang menarik, Scheffler sebenarnya bisa mencapai tonggak itu lebih cepat. Sepanjang musim ini saja, ia sudah mencatat lima kali finis sebagai runner-up di ajang PGA Tour, termasuk dua kekalahan lewat play-off. Hasil-hasil itu membuatnya kerap disebut sebagai pemain terbaik yang belum berhasil menang.
"Tidak mudah untuk menang di sini," kata Scheffler. "Saya merasa tahun yang saya jalani menunjukkan betapa sulitnya kompetisi ini. Kami punya banyak pemain bertalenta, dan saya sudah bermain cukup solid sepanjang tahun, tetapi belum banyak bermain luar biasa."
Ia juga mengaku sempat jenuh dengan pertanyaan yang sama berulang kali. "Saya punya peluang yang dekat dan kalah di beberapa play-off. Rasanya menyenangkan bisa datang ke hari di mana saya memimpin, mempertahankan keunggulan itu, dan benar-benar memperbesarnya seiring berjalannya putaran." Kemenangan ini, menurutnya, seperti jawaban atas semua keraguan yang sempat menghampirinya.
"Saya merasa minggu seperti ini akan datang," tambah Scheffler. "Saya seperti mengulang-ulang hal yang sama sepanjang tahun: 'Hei, saya bermain solid, saya dekat.' Rasanya menyenangkan bisa menjawab pertanyaan yang berbeda di akhir pekan ini."
Pesaing Gagal Memberi Perlawanan di TPC Southwind
Si Woo Kim finis sendirian sebagai runner-up dengan skor sembilan di bawah par. Sementara itu, Sam Burns harus puas berbagi posisi ketiga dengan Alex Noren setelah membuat bogey di hole 18. Persaingan di belakang Scheffler pun berlangsung ketat hingga akhir pekan.
Burns sendiri mengaku sudah menduga kemenangan Scheffler akan sulit dicegah. "Saya tahu dia akan bermain solid. Jujur saja, itu akan sangat sulit. Berapa skor akhir Scottie? 17 di bawah par? Saya harus bermain hampir sempurna hari ini untuk punya peluang, dan saya tidak mendekati itu." Ia menambahkan bahwa Scheffler bermain persis seperti yang ia perkirakan.
Fleetwood, McIlroy, dan Rose Jalani Akhir Pekan yang Sulit
Juara bertahan FedExCup, Tommy Fleetwood, justru tampil mengecewakan. Ia menutup sembilan hole pertama dengan level par setelah mencatat dua bogey dan dua birdie, tetapi kemudian kemasukan empat bogey di sembilan hole terakhir. Alhasil, pegolf asal Inggris itu merosot ke posisi tied-7 dengan skor enam di bawah par.
Rory McIlroy juga menjalani kembalinya ke kompetisi PGA Tour dengan hasil yang kurang memuaskan. Pegolf asal Irlandia Utara yang baru menikmati liburan selama empat pekan itu mencatat skor 72 di putaran final dan mengakhiri pekan di posisi ke-66 klasemen. Sementara itu, Justin Rose menjadi satu-satunya pemain yang mencatat skor lebih rendah dari Scheffler pada hari Minggu, yakni 64.
Namun, skor impresif Rose di putaran final tidak cukup untuk menaikkan posisinya karena tiga ronde sebelumnya ia mencatat 73, 70, dan 73. Ia pun harus puas finis di posisi tied-39 dengan skor level par. Ini menjadi contoh bagaimana konsistensi tetap menjadi kunci di turnamen sekelas FedEx St. Jude Championship.
BMW Championship: Nama Besar yang Gagal Lolos
FedExCup Playoffs akan berlanjut pekan depan dengan BMW Championship, tetapi sejumlah nama besar dipastikan absen. Hanya 50 pemain teratas klasemen FedExCup yang berhak tampil, dan Jordan Spieth menjadi salah satu yang gagal. Padahal, ia sempat naik ke posisi 45 setelah mencatat dua di bawah par di sembilan hole pertamanya, sebelum akhirnya goyah dan finis di posisi tied-19.
"Ini tugas yang berat sejak awal," kata Spieth. "Saya butuh finis di 10 besar pekan ini dan saya gagal tipis. Lucunya, saya merasa sedang kembali ke permainan terbaik saya dan semuanya seperti akan segera lepas, tetapi saya tidak akan bermain di turnamen untuk waktu yang lama."
Harry Hall juga menjadi pemain lain yang berada di ambang kualifikasi BMW Championship. Skor tiga di bawah par pada putaran final tidak cukup untuk mendorongnya masuk 50 besar, sehingga ia harus puas di peringkat 56 klasemen FedExCup. Rekan senegaranya, Jordan Smith, mengakhiri musim di posisi 66 dengan skor akhir empat di atas par.
- Jordan Spieth: gagal lolos setelah finis tied-19 di FedEx St. Jude Championship.
- Harry Hall: berada di peringkat 56 klasemen FedExCup.
- Jordan Smith: mengakhiri musim di posisi 66 klasemen FedExCup.
BMW Championship akan menampilkan empat putaran penuh dan disiarkan langsung di Sky Sports. Liputan awal putaran pertama dimulai pada Kamis pukul 17.00 waktu setempat, dilanjutkan liputan penuh mulai pukul 20.00 di Sky Sports Golf. Dengan hanya 50 pegolf terbaik yang tersisa, persaingan di pekan kedua playoff ini dipastikan berlangsung sangat ketat.
Kemenangan telak di Memphis jelas menjadi sinyal kuat bagi Scheffler jelang BMW Championship. Ia memasuki pekan kedua playoff dengan momentum dan kepercayaan diri yang berlipat, sementara para pesaingnya harus segera berbenah. Jika performanya tetap konsisten, bukan tidak mungkin gelar FedExCup musim ini akan jatuh ke tangannya.
