Preview EFL: Derby Panas hingga Debut Robbie Savage

Preview EFL akhir pekan ini menyajikan rangkaian laga yang sarat cerita, mulai dari derby West Midlands antara West Bromwich Albion dan Birmingham City, duel panas Southampton kontra Portsmouth, sampai debut Robbie Savage di kompetisi liga bersama Peterborough United. Sejumlah pertandingan kunci itu kembali bergulir setelah jeda internasional, momen yang dimanfaatkan sebagian klub untuk membenahi diri sebelum menjalani jadwal padat berikutnya. Bagi banyak tim, pekan ini menjadi titik balik yang menentukan arah perjalanan mereka di klasemen.

Perlu dicatat, tidak semua klub di English Football League benar-benar libur selama dua pekan terakhir. Tim-tim di League One dan League Two tetap melanjutkan kompetisi sambil melepas sejumlah pemainnya memperkuat negara masing-masing. Namun Oktober tetap terasa seperti awal yang baru: cukup dekat dengan pembukaan musim sehingga pelatih anyar masih bisa memberi dampak, sekaligus cukup jauh bagi tim-tim lama untuk mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Berikut laga-laga dan narasi yang layak Anda ikuti akhir pekan ini.

Debut Robbie Savage

Derby West Midlands: Albion Bertekad Tak Jadi Batu Loncatan

West Bromwich Albion baru saja menelan kekalahan 1-0 dari rival sekota Wolverhampton Wanderers, sebuah hasil yang disebut bek Conor Townsend sebagai penampilan terburuk timnya musim ini. Kini kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu tampil dalam laga besar datang dengan cepat, karena Birmingham City akan bertandang ke The Hawthorns pada Sabtu siang waktu setempat. Bagi Albion, ini bukan sekadar tiga poin, melainkan soal harga diri di wilayah West Midlands.

Situasinya makin menarik karena Birmingham, seperti halnya Wolves sebelumnya, berpeluang menyalip posisi tuan rumah di klasemen jika berhasil menang. Albion jelas tidak ingin rival-rival sekotanya terus memakai mereka sebagai pijakan menuju papan atas. Tekanan pun bertambah karena hasil buruk di derby kerap meninggalkan luka yang lebih lama dibanding kekalahan biasa.

Melihat catatan pertemuan, laga ini berpotensi berjalan ketat. Musim lalu kedua klub berbagi poin di dua pertemuan Championship dengan masing-masing hanya mencetak satu gol. Derby ini juga bukan satu-satunya duel bertetangga yang berlangsung alot, karena pertemuan South Coast antara Southampton dan Portsmouth pun punya karakter serupa.

Preview EFL: Derby South Coast dan Bayang-Bayang Spygate

Pertemuan Southampton dan Portsmouth musim lalu dinanti dengan ekspektasi tinggi, tetapi kedua laga justru berjalan datar. Faktanya, empat dari lima pertemuan terakhir kedua tim berakhir imbang, menandakan betapa sulitnya salah satu pihak memetik kemenangan penuh. Pada laga di St Mary's hari Minggu nanti, Southampton mungkin merasa sedikit lebih tenang karena masalah yang sempat membayangi mereka sudah selesai.

Pelatih Southampton, Tonda Eckert, telah dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim selama enam pekan dengan status percobaan oleh FA atas perannya dalam kontroversi yang dikenal sebagai Spygate. Dengan hukuman itu resmi diputuskan, fokus Southampton bisa kembali sepenuhnya ke lapangan. Namun, sorotan media yang menyertai kasus tersebut bisa jadi justru menguntungkan Portsmouth, yang kini berstatus tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir.

Portsmouth berharap hingar-bingar pemberitaan soal hukuman Eckert mampu mengalihkan perhatian lawan dari hal yang paling penting: kebanggaan lokal. Derby South Coast selalu punya makna lebih besar daripada sekadar angka di klasemen, dan inilah momen bagi kedua tim untuk membuktikannya di lapangan.

Schumacher Hadapi Mantan Klubnya di Championship

Steven Schumacher meninggalkan Plymouth Argyle yang tengah menanjak demi pindah ke Stadion Bet365 pada Desember 2023, tetapi perjalanannya berakhir pahit ketika dipecat pada September setelah 32 pertandingan. Meski sempat terpuruk, ia kini kembali ke Championship setelah membawa Bolton Wanderers promosi. Sepak terjang Bolton musim ini menunjukkan mereka bukan tim yang mudah dikalahkan.

Tiga dari empat kekalahan Bolton terjadi dengan selisih hanya satu gol, dan mereka baru saja memenangi dua pertandingan terakhir sehingga kini hanya berjarak tiga poin dari zona play-off. Tantangan berat tetap menanti saat Schumacher bersua mantan majikannya, karena Stoke City sedang tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir dengan catatan empat kemenangan dan satu imbang. Stoke juga tengah memantapkan diri sebagai kandidat kuat promosi.

Pengamat menilai perubahan besar yang terjadi di Stoke, termasuk pergantian pelatih dan berbagai formula baru, mulai menunjukkan hasil. "Di Stoke sudah banyak perubahan, mereka berganti pelatih, mereka mencoba berbagai formula kemenangan," ujar bek yang pernah membela Nottingham Forest dan Ipswich Town, Luke Chambers, kepada podcast 72+. "Tapi bersama Mark Robins, mereka punya manajer hebat. Stoke City mengesankan saya, khususnya dalam beberapa pekan terakhir."

Misi Graham Alexander Mengangkat Preston

Graham Alexander sangat dicintai di Deepdale sejak masa bermainnya, ketika ia mencatatkan 410 penampilan dan dipercaya menjadi kapten klub. Empat belas tahun setelah gantung sepatu, ia kembali ke klub yang ia sebut istimewa bagi dirinya, namun kali ini dengan tantangan yang tidak ringan. Preston North End hanya terhindar dari dasar klasemen Championship karena selisih satu gol dan baru mengumpulkan satu kemenangan sepanjang musim ini.

Selanjutnya, The Lilywhites menjamu Millwall pada Sabtu sore, sebuah laga yang tetap berbahaya meski lawan sedang dilanda badai cedera. Millwall sendiri hanya berjarak dua poin dari posisi play-off, sehingga mereka datang bukan sebagai tim yang bisa dianggap enteng. Alexander dituntut segera menemukan racikan yang tepat agar Preston bisa keluar dari tekanan.

Tugas Berat Michael Duff di Bradford City

Di sisi lain, Bradford City ingin membuktikan bahwa kesuksesan mereka belakangan ini bukan hanya karena keberadaan Graham Alexander di kursi pelatih. Alexander membawa The Bantams promosi dan mengantarkan mereka ke semifinal play-off sebelum kalah dari Bolton yang akhirnya menjadi juara. Warisan yang ditinggalkannya pun cukup solid karena Bradford kini berada di posisi kedua dan mengoleksi poin sama dengan pemimpin League One, Plymouth Argyle.

Tugas menjaga tren itu kini berada di tangan Michael Duff, mantan pelatih Wycombe Wanderers yang harus mengisi sepatu besar. Duff sendiri mengaku santai menghadapi sorotan suporter serta ekspektasi tinggi. "Saya tidak punya ilusi apa pun, mereka (para pemilik klub) akan memberi tahu Anda (jika pekerjaannya buruk)," ujarnya kepada podcast 72+. "Saya justru menyukai hal itu karena ada ekspektasi. Ini klub besar. Saya lebih memilih tekanan seperti itu daripada bermain di depan 200 orang yang tidak peduli Anda menang atau kalah."

Laga pertamanya sebagai pelatih akan berlangsung melawan Leyton Orient pada Sabtu sore. Hasil di pertandingan itu akan memberi gambaran awal apakah Bradford mampu melanjutkan momentum atau justru kehilangan arah.

Bisakah Robbie Savage Menjadi Penyelamat Peterborough?

Robbie Savage menerima tugas besar untuk mengangkat Peterborough United dari dasar klasemen, dan awal kepemimpinannya berjalan menjanjikan. Posh mencetak empat gol dalam waktu kurang dari sepuluh menit pada laga pertama Savage, sekaligus membungkam Ipswich Town 4-1 di EFL Trophy. Hasil itu membangkitkan kembali kenangan akan masa-masa ketika klub ini dikenal lincah dalam menyerang.

Sebelumnya, Peterborough tampil tumpul dengan status pencetak gol paling sedikit di League One, hanya empat gol dari delapan pertandingan. Kini tantangan sesungguhnya menanti: ujian pertama Savage di kompetisi liga, dan kebetulan lawannya adalah Leicester City, klub yang pernah ia bela sebanyak 204 penampilan dalam rentang lima tahun. "Dia selalu menarik perhatian, bukan?" kata mantan bek Middlesbrough, Tommy Smith, dalam podcast 72+. "Tapi awalnya berat. Tiga dari empat laga berikutnya dimainkan di kandang lawan. Sabtu ia menghadapi Leicester, lalu Huddersfield dan Bromley."

Di kubu Leicester, Russell Martin masih berjuang memenangkan hati para pendukung, meski performa liga mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan lewat kemenangan atas Stockport dan hasil imbang di markas Barnsley. Kombinasi antara kebutuhan Savage akan hasil positif dan tekanan yang menimpa Martin membuat laga ini menarik untuk disimak.

Dua Peraih Penghargaan, Satu Pemenang

Salford City dan Cheltenham Town sama-sama sedang dalam kondisi positif belakangan ini. Setelah menelan tiga kekalahan beruntun pada Agustus, kebangkitan Salford hingga menembus puncak klasemen mengantarkan pelatih Peter Cklamovski meraih penghargaan manajer terbaik untuk September. Di sisi lain, Cheltenham baru kalah dua kali, dan gelandang Charlie McCann dinobatkan sebagai pemain terbaik bulan itu berkat pengaruhnya yang besar di lini tengah.

Namun penghargaan tidak berarti apa-apa jika hasil positif tidak berlanjut. Kedua tim bertemu di kandang Cheltenham pada Sabtu sore, dan jika The Robins menang sementara hasil di tempat lain berpihak kepada mereka, posisi Salford di puncak bisa saja tergusur. Catatan head-to-head juga mendukung tuan rumah, yang hanya kalah dua kali dari sembilan pertemuan sebelumnya dengan lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Jadwal Preview EFL dan Liputan Langsung

BBC Sport menyediakan liputan teks langsung untuk seluruh pertandingan EFL akhir pekan ini. Rangkaiannya dimulai dari laga West Ham United melawan Queens Park Rangers pada Jumat malam, berlanjut sepanjang pertandingan hari Sabtu, dan ditutup dengan duel Southampton melawan Portsmouth pada Minggu siang.

Dari derby West Midlands yang penuh gengsi hingga debut Robbie Savage di League One, akhir pekan ini menawarkan beragam cerita yang bisa mengubah peta persaingan di EFL. Bagi tim-tim yang sedang berjuang di papan bawah, hasil di bulan Oktober bisa menjadi penentu apakah mereka mampu bangkit atau justru semakin tenggelam. Sebaliknya, bagi tim yang tengah menanjak, pekan ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa konsistensi bukan sekadar kebetulan.