Alexia Putellas menegaskan bahwa dirinya 100 persen berkomitmen terhadap proyek London City Lionesses. Peraih dua Ballon d'Or itu mengaku sangat antusias menjadi bagian dari perjalanan klub yang tengah membangun kekuatan di Women's Super League (WSL). Ia menegaskan kesiapannya memberikan segalanya, baik untuk tim maupun untuk proyek jangka panjang yang sedang dijalankan klub.
Kepastian komitmen ini disampaikan setelah Putellas menyelesaikan transfer gratisnya dari Barcelona ke London City pada Juli lalu. Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri pengabdiannya selama 14 tahun di Spanyol dengan segudang gelar. Kini, ekspektasi besar langsung menempel pada pemain asal Spanyol itu untuk mengangkat performa tim di musim perdananya.

Karier Gemilang Putellas sebelum Merapat ke London City
Putellas menghabiskan 14 tahun terakhirnya di Barcelona sebelum memutuskan pindah ke London City. Selama periode itu, ia mencatatkan 507 penampilan di semua kompetisi, hanya kalah dari Melanie Serrano yang tampil 516 kali. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim putri Barcelona dengan koleksi 232 gol.
Prestasi individu tersebut tentu tidak lepas dari rentetan kesuksesan tim yang ia raih selama berseragam Barca. Putellas memenangi 38 gelar bergengsi, termasuk empat trofi Liga Champions dan 10 gelar Liga F. Catatan inilah yang menjadikannya salah satu pemain paling sukses dalam sejarah sepak bola wanita Spanyol.
London City Lionesses, Proyek Ambisius yang Baru Tumbuh
London City Lionesses baru saja merasakan atmosfer WSL musim lalu, dan hasilnya cukup membanggakan. Mereka finis di peringkat keenam pada musim debutnya di kasta tertinggi sepak bola wanita Inggris. Namun, klub tidak ingin berpuas diri dan langsung bergerak agresif di bursa transfer untuk membangun skuad yang lebih kompetitif.
Deretan Rekrutan Anyar di London City
Selain Putellas, London City juga mendatangkan sejumlah pemain bintang untuk memperkuat tim asuhan Eder Maestre. Nama-nama seperti Mapi Leon, Mary Earps, Nicole Anyomi, Janni Thomsen, Kadidiatou Diani, Rosa Kafaji, dan Daniela Arques ikut meramaikan skuad musim ini. Berikut daftar rekrutan anyar yang sudah diumumkan klub:
- Mapi Leon
- Mary Earps
- Nicole Anyomi
- Janni Thomsen
- Kadidiatou Diani
- Rosa Kafaji
- Daniela Arques
Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda ini diharapkan mampu membawa London City ke level berikutnya. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa klub serius bersaing di papan atas WSL. Dengan begitu, kehadiran Putellas bukan satu-satunya perubahan besar yang terjadi di klub.
Catatan Musim Lalu yang Masih Menyisakan Pekerjaan Rumah
Meski finis keenam, catatan London City musim lalu masih jauh dari sempurna. Mereka hanya mengemas delapan kemenangan dari 22 pertandingan, dengan tiga imbang dan 11 kekalahan. Lebih tipis lagi, hanya satu kemenangan yang diraih melawan tim yang finis di atas mereka, yaitu saat menang 4-2 atas Tottenham.
Komitmen Penuh Putellas untuk Proyek London City Lionesses
Putellas menyadari bahwa kepindahan dari Barcelona ke klub yang baru satu musim di WSL mungkin menimbulkan banyak pertanyaan. Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa mentalitas juaranya dan fase proyek London City saat ini bisa hidup berdampingan. "Saya akan memberikan apa pun yang dibutuhkan proyek ini dari saya," ujarnya.
"Saya 100 persen berkomitmen. Saya lapar akan kemenangan, lapar untuk menjadi lebih baik hari demi hari, dan berjuang bersama rekan setim demi kemenangan," kata Putellas. Ia juga menyatakan akan mencoba memberikan yang terbaik bagi tim dan menilai hasilnya di akhir musim. "Kita lihat saja di akhir musim seberapa bagus kami," imbuh pemain asal Spanyol tersebut.
Klub pun tampak menyambut kedatangan Putellas dengan antusias, bahkan menyematkan julukan 'La Reina' dalam unggahan media sosial mereka. Kehadiran pemain dengan rekam jejak sehebat Putellas jelas menjadi pernyataan ambisi London City. Ia bukan sekadar rekrutan untuk menjual tiket, melainkan pemain yang masih haus gelar dan siap membangun sesuatu dari awal.
Tantangan Berat Menanti di WSL yang Makin Kompetitif
Tantangan pertama Putellas di WSL sudah menanti pada 4 September mendatang. London City akan menjamu Manchester United di Copperjax Community Stadium pada laga pembuka musim. Pertandingan ini langsung menjadi ujian awal untuk mengukur seberapa kompetitif tim asuhan Eder Maestre di musim baru.
Putellas sendiri mengaku tertarik pindah ke Inggris karena tingginya level persaingan WSL. "Anda tidak akan pernah tahu hasil akhir sebuah pertandingan. Liga ini sangat kompetitif, pekan demi pekan," tuturnya. "Semua laga akan mendorong Anda ke batas kemampuan. Liga ini sangat menghibur dan itu menjadi poin penting bagi para penggemar."
Musim lalu, Manchester City sukses merebut gelar liga pertama mereka sejak 2016, membuktikan betapa ketatnya persaingan di papan atas. Situasi seperti inilah yang menurut Putellas membuat WSL semakin menarik bagi pemain maupun penggemar. Ia pun mengaku tidak sabar menjalani kompetisi yang diprediksinya akan menguji batas kemampuan setiap tim.
Keputusan Putellas bergabung dengan London City Lionesses bukanlah langkah yang diambil secara tergesa-gesa. Dengan komitmen penuh yang ia tegaskan, tanggung jawab besarnya di musim baru pun semakin nyata. Ia datang sebagai pemain kelas dunia, tetapi tetap menunjukkan kesiapan untuk bekerja keras dalam tim yang sedang membangun fondasi.
Musim baru WSL akan menjadi panggung pembuktian bagi Putellas dan London City Lionesses. Jika semua rekrutan anyar bisa menyatu dengan cepat, bukan tidak mungkin klub ini menjelma menjadi kejutan terbesar musim ini. Publik sepak bola wanita Inggris tinggal menunggu aksi perdana sang bintang Spanyol di laga pembuka nanti.
