Piala Dunia 2026: Inggris Lolos Dramatis, tapi Masalah Besar Masih Mengintai

Inggris Hampir Dipermalukan, Tapi Kane Selamatkan Wajah

Piala Dunia 2026 menyajikan drama menegangkan bagi timnas Inggris. Mereka hanya berjarak 15 menit dari kekalahan memalukan saat melawan DR Kongo di babak 16 besar. Beruntung, dua gol Harry Kane di menit akhir menyelamatkan muka Thomas Tuchel dan seluruh skuad.

Kemenangan ini mengingatkan pada skenario buruk seperti saat Inggris kalah dari Islandia di Euro 2016 atau tumbang oleh Amerika Serikat di Piala Dunia 1950. Namun, meski lolos ke perempat final menghadapi Meksiko di Stadion Azteca, masalah Inggris di Piala Dunia 2026 justru makin terlihat nyata. Performa kurang meyakinkan dan celah di lini belakang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Tuchel.

Mengapa Inggris Hampir Kalah dari DR Kongo?

Kane dan Bellingham: Juru Selamat yang Tak Bisa Diandalkan Terus

Harry Kane dan Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan. Keduanya sudah menyumbang gol di laga sebelumnya melawan Kroasia dan Panama. Namun, ketergantungan berlebihan pada dua pemain ini sangat riskan. Jika suatu saat mereka gagal tampil gemilang, siapa yang akan menyelamatkan tim?

Anthony Gordon tampil impresif setelah turun dari bangku cadangan, tapi Marcus Rashford dan Noni Madueke kesulitan. Tuchel juga masih membatasi menit bermain Bukayo Saka karena masalah Achilles. Masalah Inggris di Piala Dunia 2026 salah satunya adalah minimnya pemain lain yang bisa diandalkan saat Kane dan Bellingham mulai kelelahan.

Piala Dunia 2026

Apakah Tuchel Sudah Tahu Susunan Pemain Terbaik?

Jika Tuchel mengaku sudah punya tim utama, kenyataan di lapangan membantahnya. Rotasi besar-besaran terjadi di sisi sayap dan lini pertahanan, terutama di pos bek kanan. Posisi itu seperti kutukan: cedera dan inkonsistensi menghantui pemain yang diturunkan.

Posisi Bek Kanan Jadi Bencana

Tuchel memanggil dua pemain dengan riwayat cedera parah: Tino Livramento dan Reece James. Hasilnya, Livramento bahkan tidak masuk skuad akhir, sementara James belum pasti kapan kembali. Jarell Quansah sempat dimainkan di pos itu saat melawan Panama, tapi kemudian cedera. Djed Spence juga tidak meyakinkan saat melawan DR Kongo.

Solusi darurat memasang Declan Rice sebagai bek kanan di laga itu menuai pro dan kontra. Alan Shearer menilai langkah tersebut berhasil karena Rice justru maju membantu gol penyeimbang. Namun, Micah Richards dengan tegas menolak ide itu. Menurutnya, energi Rice sangat dibutuhkan di lini tengah, apalagi saat melawan Meksiko di ketinggian Azteca. Ia menyarankan Ezri Konsa di kanan dan John Stones di tengah.

Eks kapten Inggris Wayne Rooney juga khawatir. Ia menilai Inggris terlalu terbuka saat kehilangan bola. Kekhawatiran ini makin menegaskan bahwa masalah Inggris di Piala Dunia 2026 belum selesai hanya karena satu kemenangan dramatis.

Kreativitas Lini Tengah Inggris Nyaris Tumpul

Perdebatan soal keputusan Tuchel tidak membawa pemain kreatif seperti Cole Palmer atau Phil Foden ke Piala Dunia terus bergulir. Meski musim klub mereka buruk, kehadiran Morgan Gibbs-White atau Alex Scott juga diabaikan. Hasilnya, Inggris kesulitan membangun serangan, terutama saat ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana.

Jordan Henderson yang kini berusia 36 tahun hanya jadi pemain pengganti. Banyak pihak mempertanyakan: bukankah lebih baik memberikan tempat kepada Gibbs-White atau Scott? Percobaan menggunakan Foden sebagai false nine saat melawan Jepang gagal total dan praktis menghancurkan peluangnya tampil di turnamen ini.

Jika ingin melaju jauh, Inggris butuh momen magis dari pemain pengganti. Tidak bisa terus bergantung pada Kane dan Bellingham. Masalah Inggris di Piala Dunia 2026 di sektor kreativitas masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Apakah Toney dan Watkins Hanya Penghias Bangku Cadangan?

Sebelum turnamen, kekhawatiran terbesar adalah jika Kane cedera. Tuchel telah mencoba Dominic Calvert-Lewin dan Dominic Solanke di laga uji coba, lalu beralih ke Ollie Watkins dan Ivan Toney. Toney menjadi kejutan terbesar karena tidak tampil untuk timnas selama setahun, namun tiba-tiba dipanggil ke Piala Dunia.

Sayangnya, dalam empat pertandingan Inggris sejauh ini, Toney belum dimainkan satu menit pun. Watkins hanya mendapat enam menit saat melawan Panama setelah kemenangan sudah aman. Saat Inggris butuh gol melawan Ghana dan DR Kongo, keduanya tetap duduk di bangku cadangan. Tuchel malah memasukkan Saka, Rashford, Eze, dan Morgan Rogers.

Tuchel beralasan sudah punya waktu rencana untuk memainkan mereka, tapi kenyataannya Kane-lah yang kembali menjadi penyelamat. Kepercayaan Tuchel pada striker cadangan sangat diragukan. Jika Kane cedera, masalah Inggris di Piala Dunia 2026 bisa berubah menjadi mimpi buruk.

Kesimpulan: Jalan Inggris Masih Terjal

Kemenangan dramatis atas DR Kongo memang membawa Inggris ke perempat final, tapi itu tidak menutupi berbagai kelemahan mendasar. Mulai dari ketergantungan berlebihan pada Kane dan Bellingham, kebingungan susunan pemain, minim kreativitas, hingga striker cadangan yang tidak dipercaya. Tuchel harus segera menemukan solusi sebelum meladeni Meksiko di Azteca. Jika tidak, masalah Inggris di Piala Dunia 2026 bisa berujung pada kegagalan yang lebih besar.